Rabu, 29 Februari 2012

“ Kebahagiaan Sesungguhnya “


Hari terakhir ketika meninggalkan kota Bandung dimana banyak pengalaman dan kenalan yang kudapat disana. Sedikit merasa bingung kemana ku akan pergi karena masih ada beberapa hari libur. Akhirnya kuputuskan untuk menghabiskan sisa waktu liburanku ke Jakarta setelah mengikuti acara yang cukup besar dan menyenagkan di UNAI (Universitas Advent Indonesia). Aku berangkat sendirian dengan bus karena ke-2 temanku Lenny dan Tasha langsung pulang ke Palembang dengan mobil pribadi. Aku mempersiapkan barangku dan mengurusnya sendirian. Beberapa jam terlewati dan akhirnya ku sampai ketempat tujuan dan tinggal dirumah sepupuku Evelin. Hari pertamaku disana cukup menyenangkan karena aku menelurusi tempat-tempat yang cukup menyenangkan disana. Aku  menyempatkan datang ke Mall setelah puas berenang dengan Evelin.
            Aku juga pergi ketempat sepupuku yang lain disana. Aku diterima dengan baik disana. Lalu hari ke-2, tiba-tiba Evelin mengajakku berkemah karena ada acara Champoree dimana kemandirian kami akan diuji. “hmm, mungkin menyenangkan. Karena ini pertama kalinya aku berkemah, aku merasa sangat penasaran” dan akhirnya akupun ikut. “Rasanya aku sudah tak sabar lagi” Ujarku ketika dalam perjalanan. Walaupun didalam mobil yang lebih mini dengan orang-orang dan barang yang cukup banyak, aku merasa senang. Karena aku menemukan lagi teman-teman baru dan utamanya lagi pengalaman pertamaku untuk berkemah.
            Ketika sampai. Aku dan grupku mulai mendirikan tenda diwilayah kami yang telah disediakan. Awalnya sih seru tapi tak seseru yang kubayangkan ketika hujan datang disore hari dimana kami baru saja selesai mendirikan 3 tenda.”Hmmm, kita harus mendirikan tenda ini lagi. Padahal sudah malam” Ujar Ribka, cewek berkacamata. “Gak apalah dek. Ini juga kan pengalaman buat kita” Jawab kakak pemimpin grup kami dengan wajah yang ceria. “Toh juga banyak yang masih mendirikan tenda” lanjutnya. “Yapss.. Seru-seruan aja kali Rib” ujarku dengan nada gembira.
            “Bener tuh” jawab Kak Diana. Kami mulai mendirikan tenda lagi dan membersihkan halaman-halaman disamping tenda kami. Tak terasa sudah jam 11 malam, tapi kami belum ngantuk juga. Kami sedikit bersempit-sempitan karena hanya ada 1 tenda untuk cewek, dan 2 tenda kecil untuk cowok. Akhirnya kamipun tertidur setelah menghabiskan 3 jam untuk bercerita dan menyanyikan lagu dengan diiringi gitar. “Rasanya lega ya Tuhan. Terima kasih Tuhan untuk kesempatan menyenangkan yang telah Kau berikan ini. Jaga aku dan teman-temanku agar besok kami bisa bangun dalam keadaan sehat dan bisa memuji dan memuliakan nama-Mu kembali. Terimakasih Bapa. Amin” Doaku lalu aku tidur.
            Esok harinya, aku terbangun jam 7 pagi dimana teman-temanku sudah bersiap-siap untuk mengikuti kegiatan yang lain. “Arrgghhh. Aduh kok gue bisa telat bangun sih. Kalian kok gak ada yang bangunin gue ?” tanyaku kepada teman-temanku yang lain.”Yeeeeee.. bukan gak mau ngebangunin.Udah dibangunin 100 kali tapi tetep aja lu ngiler.,.” jawab Jessica. “Hah? Masa sih?”. “Udah-udah... gak usah banyak tanya lo.. Cepetan bangun, mandi lu keburu air di kamar mandi abis” ujar Kakak pemimpin kami. Aku langsung mengambil pakaianku dan berlari menuju ke kamar mandi yang cukup jauh dari tenda.”Hahhhhhhhhhhh??? gimana mau mandi nih?” ujarku dengan bingung gimana mandi ditempat yang kecil, ga ada pintu, bau, ditambah lagi air yang habis. Akhirnya akupun mengambil air dikamar mandi lain lalu mulai bergegas cebar-cebur kalo istilahnya orang Palembang.
            Lalu aku berlari lagi menuju ke tenda dan mulai makan. “Eh, cepetan Veb.. acara mau mulai tau... Lelet amat sih lo” kata Ribka. “Ih, tunggu kenapa. Wajar dong kalo hari ini agak berantakan.. ini jugakan baru hari pertama” jawabku. Lalu aku makan dan memakai atribut untuk acara selanjutnya. Ternyata tantangan pertama kami adalah melewati hutan-hutan buatan dengan sungai kecil berbatu-batuan dan tanaman-tanaman berduri yang selalu menusuk kakiku. “Grrr... ini apaan sih maksudnya? Kaki gue sakit banget ditusukun mulu. Terus jatuh lagi waktu mau nyebrangin sungai. Apalagi waktu naikkan yang becek.. udah berapa kali gue kepeleset!” kataku agak kesal. “Sabar dek. Namanya juga tantangan. Kalo gak ada resiko bukan tantangan namanya. Kakak juga sakit kalee..” jawab kak Dian. “Ya deh” jawabku.
            Setelah keluar dari hutan itu kamipun bergegas membersihkan badan kami yang kotor. Kami juga mengganti pakaian kami yang kotor karena terjatuh di naikkan tinggi. Lelah dan asik sekali yang kurasa saat didalam hutan tadi. “Wihh... matep yah. Kaki gue, baju gue ancur semua nih..” ujar Kak Jeje.. “Hahaa.. emangnya gue enggak kak? Tapi jujur ya, asik banget deh tadi.. jatuh-jatuhan ampe kepeleset” jawabku. “Yaps.. kita tunggu lagi aja ya.. Apa lagi nih acara selanjutnya” ujar Kak Diana. Kami mendatangi tenda dan mulai makan siang lalu beristirahat.
            Pada malam hari kami diajak untuk begereja karena kami harus mengisi acara sembahyang disitu. “Gue jadi protokol aja yah kak” ujarku.. “Ya udah kalo gitu gue yang berdoanya” ujar Irene. “Iya..iya.. terserah kalian deh.. yang peting kita bisa ngisi acara. Ini juga kan buat Tuhan” kata Kak Dian. Setelah beberapa jam acarapun selesai, setiap grup pun pulang ketenda masing-masing. Sedangkan kami masih menyempatkan jajan ke warung-warung terdekat. Lalu kami berkumpul di tenda cewek dan masing-masing menceritakan pengalamannya untuk 1 hari penuh ini. Ternyata pengalamankulah yang dianggap pailng mengesankan untuk hari pertama.
            Setelah capek bercanda tawa kamipun tidur ditenda masing-masing. Esok harinya aku terbangun jam 4 subuh dimana hanya beberapa orang yang sudah bangun. “Huhh.. giliran kemarin telat,, sekarang kecepetan..” ucapku. “Hahaa.. ya gak  pa pa dong dek. Bagusnya bangun cepet biar ga ketinggalan. Lebih enak menunggu daripada ditunggu” jawab kak Dian. “Iya yah kak... Oke sip” ucapku. Lalu aku meraih pakaianku dan berjalan ke kamar mandi dengan senter kecil. Air yang segar sekali untuk mandi pagi ini apalagi cuacanya sejuk sekali. Lalu ketika selesai mandi, aku menyempatkan mencuci pakaian kotorku.
            Aku kembali lagi ke tenda dan memasang atribut. Karena kata kak Dian hari ini kami akan mengikuti penelitian tergantung pilihan yang kami ikuti. Akhirnya kami semua sudah siap dan pergi ke tempat acara selanjutnya. Kami memilih pilihan kami, kalau aku senndiri memillih pape dan hands. Pada pilihan pape, kami diajari bagaiman caranya memilih pipa yang baik untuk rumah tangga, bagaimana cara memsangnya, bagaimana cara memperbaikinnya jika rusak, dan banyak lagi. Sedangkan pada pilihan hands, kami diajari bagaimana cara untuk berbicara dengan orang cacat, bagaimana huruf-huruf yang dimengerti oleh orang cacat, dan cara berbahasa tangan. Banyak sekali ilmu yang kudapat disini.
Setelah kami selesai mengikuti acara tersebut, kami langsung mengikuti acara selanjunya tanpa mengganti pakaian dan makan ataupun minum. Tenyata acara selanjutnya adalah melatih otot dan bisaa dibilang untuk menjaga kesehatan juga. Kami akan melewati berbagai tantangan seperti teropong,  flying fox, jemabatan gantunng, gantung sungai, dan banyak yang seru lainnya. “Wawww... ini tantangan yang paling menguji” ucapku.”Banget deh.. 3 kali salah get out. Pokoknya jangan ampe gue kalah” ucap Ribka. “Gue juga ga mau kalahhhhhh! Hahaha” teriakku.

Akhirnya semua acara selesai dan kami membersihkan tenda kami. Kami meraih barang-barang kami dan berkumpul dilapangan untuk mendengarkan hasil pengumuman. Ternyata grup kami masuk dalam 5 besar. “Yuhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu... kita menang..kita menang” teriak kami bersama-sama.”Walaupun gak jadi juara pertama.. yang penting bisa ngalahin grup-grup lainnya” ucapku. “Yapsss... Aminnn....” ucap Ribka. “Yang pasti kita menang juga karena berkat Tuhan dek” kata kak Dian. “Thanks God” bisikku dalam hati.
Lalu kami pulang ke rumah masing-masing dengan membawa hadiah yang sudah dibagi-bagi tiap orangnya. Dan hari itu juga aku pulang ke Palembang. Aku menyiapkan semua barang-barang yang kubawa lalu pergi bersama pamanku untuk memesan tiket pesawat. Aku hanya sendiri sehingga harus mengurus segala sesuatunya sendiri juga. Pamanku pulang dan aku mulai mencari pesawat giliranku. Pikiranku pun mulai resah apa yang bisa aku lakukan disini, sedangkan ini pengalaman pertamaku untuk naik pesawat sendirian tanpa 1 oarngpun yang ku kenal.
Akhirnya aku mendengar perkataan dari seorang Ibu berbadan besar “Kita lewat sini saja biar cepet nyampe. Nanti ketinggalan pesawat ke Palembang lagi”. Akupun mengikuti Ibu itu, karena aku memang benar-benar tidak tahu jalannya.Akhirnyapun aku sampai diruang tunggu. Tak sampai setengah jam pesawatpun siap. Aku menyempatkan membeli makanan untuk  dimakan didalam pesawat nanti karena aku sudah terpikir sebelumnya pasti sangat membosankan sendirian didalam pesawat tanpa 1 oarngpun yang ku kenal. Lalu aku mulai mencari tempat dudukku, hingga akhirnya aku menemukan di tengah dekat sayap pesawat. Ternyata yang duduk disampingku adalah seorang anak kecil yang kebule-bulean. Ibunya duduk dibelakangnya bersama saudaranya.
Aku mulai berkenalan dan berbincang-bincang dengan adik itu. Namanya adalah Stevanny, dia pergi ke Palembang karena ayahnya pindah kerja. Dia sudah dibiasakan berbahasa inggris, jadi kami bercerita-cerita dengan bahasa inggris. “Menyenangkan sekali. Tak seperti yang ku duga sebelumnya...” ucapku dalam hati. Tak terasa pesawatpun mendarat.. aku turun dari pesawat dan mengambil barang-barangku. Kebingunganpun datang lagi ke hatiku. Karena aku sendiri belum paham jalan-jalan di Palembang. Aku tidak tahu bagaimana caranya pulang, apalagi aku tidak membawa hp. “huftt..”. aku membeli minuman lalu berjalan keluar bandara. Siapa sangka ternyata ke-2 orang tuaku menyambutku diruang tunggu. Rasanya lengkaplah kebahagiaanku.
“Ini adalah liburan yang paling mengesankan sepanjang hidupku. Pengalaman-pengalaman, ilmu, dan teman-teman baru yang kudapat menghiasi liburanku ini. Semoga ini dapat kujadikan suatu pengalaman agar aku bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Thanks God”

Minggu, 12 Februari 2012

INTRO

Hey Guys,
       Ini blog kedua gue dari e-mail kesekian yang pernah gue buat. Mungkin pengunjung udah pada kenal gue secara langsung atau mungkin cuma kenal dari dunia maya aja. Di blog ini bakal gue isi sama cerpen-cerpen, puisi-puisi, cerita bersambung, dan gambar-gambar hasil karya gue sama temen-temen gue yang baik hati. Gue harap pengujung pada setia sama blog ini buat bacain semua cerpen  dan pelototin karya-karya anak muda Indonesia. 
      Then, buat kalian yang punya hasil karya sendiri dan mau dimasukin dalam blog tinggal posting komentar dibawah. 
Oh iya. Kenalin, gue pencipta blog ini. Sekian.
 
With,
~SELAMAT BERKUNJUNG~